Zay Muttaqin

July 27, 2010

Antara Kualitas Pendidikan dan Biaya Murah

Filed under: Oranje Van Nassau — E.Zaenal.Muttaqin @ 9:13 pm

Berawal dari undangan yang dibuat oleh bagian pendidikan KBRI Belanda kepada PPI Leiden untuk menghadiri pertemuan dengan rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Soemantri yang sebenarnya bukan termasuk acara formal dan serius, melainkan sebuah syukuran beliau dan sebuah kebetulan untuk singgah di Belanda setelah menerima gelar doktor Honoris Causa dari salah satu universitas di Inggris. dengan demikian acara tersebut hanya bersifat semi formal dan tidak ada tujuan khusus.
Meskipun demikian, dari perbincangan dan tanya jawab yang kurang lebih berdurasi 2 jam  tersebut, terdapat sebuah fenomena yang cukup menarik untuk diketahui dan sekaligus membuka wajah realita yang sebenarnya. sang rektor mulai berbicara mengenai seluk beluk pendidikan tinggi di Indonesia kala ada seorang mahasiswa yang bertanya mengenai kebijakan pemerintah tentang PTBHMN (perguruan tinggi badan hukum milik negara). Sebelum PTBHMN pemerintah melalui mahkamah konstitusi membatalkan UU BHP khususnya bagi perguruan tinggi dan menetapkan UI, ITB, IPB, dan UGM sebagai PTBHMN. Hal demikian pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan konsep BHP dan masih memiliki dasar konstitusional dengan merujuk kepada PP No.61 Tahun 1999 sebagai peraturan pelaksana dari UU sisdiknas 1999 dan selanjutnya PTN dan PTBHMN mengacu kepada PP No.17 2010 sebagai peraturan pelaksana dari UU sisdiknas 2003.
Perubahan status tersebut merupakan sebuah legitimasi kepada kampus-kampus negeri untuk mengolah dan mengelola sumber keuangan, dan dengan demikian pemerintah mulai melepas subsidinya. imbas dari kebijakan tersebut memacu kampus-kampus negeri tersebut untuk mencari pendapatan yang lebih untuk membiayai operasional dengan berbagai cara, dan salah satunya adalah menaikan biaya kuliah dan membuka jalur pendaftaran khusus bagi calon mahasiswa yang mampu membayar lebih untuk dapat terdaftar di kampus tersebut. seperti halnya juga yang dikemukakan sang rektor pada pertemuan tersebut bahwa sebelum ia menjabat, manajemen keuangan UI tidak begitu baik sehingga terjadi kesenjangan dan ketimpangan dalam perputaran uang yang berakibat sistemik pada keberlangsungan kampus, honor dosen yang tidak sesuai, sarana dan prasarana yang tidak mendukung adalah salah satu masalah yang kala itu dihadapi, dan kemudian hal itu dapat ditanggulangi dengan menyatukan sistem perputaran uang yang menggantikan sistem lama yaitu bertumpu pada setiap fakultas.
Pada ukuran tertentu, kebijakan tersebut sangat inovatif dan mampu menyelesaikan masalah terutama yang berkaitan dengan sistem keuangan sebagai sendi berjalannya aktivitas kampus, namun di lain pihak terdapat permasalahan baru mengenai nasib mahasiswa yang kemudian harus dibebani dengan biaya kuliah yang tinggi, disamping itu juga adanya jalur khusus penerimaan mahasiwa baru yang bertumpu kepada uang, dan bukan kemapuan memberikan pandangan bahwa hanya orang berduit saja yang mampu berkuliah, itupun belum tentu benar-benar memang berniat kuliah, sehingga menjadikan kesempatan untuk kuliah bagi orang-orang pintar namun tidak mampu untuk bersekolah tinggi.
Memenuhi kesejahteraan dosen dan staf kampus adalah hal penting yang harus dipenuhi, karena mereka adalah salah satu aktor utama dalam proses pendidikan di kampus. bagaimana mungkin seorang dosen dapat tenang mengajar dan melakukan penelitian dengan baik apabila masalah perut dan kesejahteraan belum teratasi, bagaimana mereka mampu tidur nyenyak untuk mempersiapkan kuliah yang diajarkan keesokan harinya apabila masih memikirkan ongkos ke kampus, dan lain sebagainya. fenomena tersebut masih banyak terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia baik dari dasar sampai ke perguruan tinggi. Dengan honor yang tidak memadai bagi dosen adalah sebuah pelecehan, karena dampaknya bukan saja terhadap dosen itu sendiri melainkan juga terhadap mahasiswa yang tidak mendapatkan bimbingan dan perhatian yang penuh dari dosen karena sibuk mencari penghasilan diluar kampus.
Keadaan ekonomi yang belum kokoh dan mampu meningkatkan pertumbuhan yang signifikan betul-betul menjadi efek yang sangat terasa bagi sebagian rakyat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak, terutama hingga jenjang perguruan tinggi. apatah lagi dengan berubahna sataus beberapa PTN menjadi PTBHMN seolah-olah menegaskan bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. padahal di dalam UUD Pasal 31 ayat 3 dinyataan jelas bahwa negara bertanggung jawab dalam pelaksanaan suatu sistem pendidikan yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. secara praktis dan teknis, memang negara kita belum mampu seperti negara-negara tetangga lainnya atau bahkan negara-negara maju di Eropa dan Amerika yang mampu memfasilitasi warganya untuk bersekolah hingga tingkat pendidikan tinggi, tetapi paling tidak Indonesia harus memiliki niat dan itikad yang sungguh-sungguh dalam rangka mengusahakan pendidikan bagi seluruh rakyat hingga jenjang yang lebih tinggi, meskipun wajib belajar hanya pada tingkat dasar saja yang mampu dibiayai oleh pemerintah, tetapi amanat konstitusi begitu jelas. Mungkin bisa saja benar apa yang dikatakan sang rektor bahwa pada kepemimpinannya UI mampu mengelola keuangan kampus secara baik bukan semata-mata karena bayaran SPP yang naik, namun tidak dapat dikesampingkan bahwa fenomena dilapangan akan tetap berbeda.
Dua hal tersebut di atas akan menemui titik persinggungan jika dikaitkan dengan konteks permasalahan pendidikan tinggi saat ini di Indonesia. tentunya akar permaslahan bukan hanya sekedar pengurangan subsidi dan anggaran pendidikan yang kurang, namun banyak faktor lain yang menjadikan permasalahan ini semakin rumit. dengan demikian perlu adanya perhatian pemerintah yang cukup serius dalam bidang pendidikan tinggi untuk mempertemukan dua permasalahan tersebut, sehingga nenagra mampu secara utuh mencerdaskan rakyatnya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: