Zay Muttaqin

July 20, 2010

Asal Usul Gelar Entol di Banten

Filed under: Banten is All About — E.Zaenal.Muttaqin @ 10:06 am

Banten sebagai sebuah wilayah yang dahulu kala merupakan pusat peradaban dan kerajaan yang sangat maju dan cukup diperhitungakan, tentuanya memiliki berbagai keanekaragaman sejarah dan budaya. seperti halnya pada komunitas kebudayaan lainnya, Banten pun memiliki strata sosial yang cukup bervariasi yang berasal dari sejak masa kesultanan maupun sebelum masa kesultanan Banten. ada beberapa kategori gelar atau nasab yang mengidentifikasi bahwa gelar tersebut adalah berasal dari Banten, antara lain, Tubagus, Ratu, Raden, Mas, Nyimas, dan Entol. kalangan bangsawan keturunan sultan Banten bergelar tubagus dan ratu, sedangkan untuk gelar bangsawan yang tidak memiliki darah keturunan dengan sultan bergelar mas, nyimas, entol, dan beberapa gelar lainnya yg termasuk dalam kategori bangsawan bukan dari keturunan sultan.

setiap gelar memiliki riwayat dan asal usul yang berbeda-beda, karenanya dalam tulisan ini akan hanya mengetengahkan asal-usul gelar Entol. menurut satu riwayat dan cerita yang paling kuat dan paling dipercaya, yang juga saya dapatkan dari lembaran surat kabar tua “Surosoewan” yang terbit tahun 1929 di Rangkasbitung, Gelar tersebut adalah pemberian Sultan Maulana Hasanudin. Pada masa penyebaran Islam tengah berlangsung di Banten yang disebarkan oleh Maulana Hasanudin yang juga sampai ke daerah di dekat gunung Pulosari, dan di tempat tersebut terdapat sebuah komunitas penduduk asli yang masih memeluk ajaran leluhur kuno yang bernama “Denggung” (nama tersebut adalah nama yang diyakini, meskipun terdapat banyak versi) dan diketuai oleh sorang kepala suku bernama Ki Andong Mohol yang kemudian hari berganti nama Ki Djamang Bulu.

Ki Andong Mohol telah mendengar kabar datangnya seorang penyebar agama Islam yaitu sang Sultan, ia tertarik untuk bertukar fikiran dan akhirnya tertarik untuk mengabdi kepadanya dan memeluk Islam bersama-sama dengan kaumnya. Ki Andong Mohol juga turut membantu syiar Islam di daerah tersebut. seperti halnya ssesorang yang berdakwah tentu saja tidak luput dari pertentangan dan perlawanan dari kelompok pribumi lainya, hal ini juga dialami oleh sultan dan Ki Andong yang saat itu menghadapi perlawanan dari Ki Dago Satru yang memiliki kesaktian dan jimat yang berupa bedug yang apabila ditabuh dapat melemahkan hati setiap orang dan tidak akan berani untuk melawan. tentu saja sang sultan sangat kebingungan dalam menghadapi musunya tersebut, karena Ki Dago menghasut masyarakat untuk tidak memeluk Islam. pada suatu pertemuan Sultan memanggil para pembantu-pembantunya dan menyatakan kepada mereka siapa yang mampu untuk menghentikan aksi dari Ki Dago yang semakin membahayakan, kemudian Ki Andong memberanikan diri untuk mengemban tugas tersebut.

Ki Andong dengan pasukannya akhirnya berperang dengan Ki Dago dan pasukannya, meskipun memiliki kesaktian dan jimat yang ampuh terepi Ki Dago dapat dikalahkan oleh Ki Andong dengan kesaktian yang tentunya lebih hebat. mendengar hal tersebut, sultan meras senang dan sangat bangga dengan pembantunya tersebut, karena dengan begitu rintangan terberat dalam menyebarkan Islam dapat dilalui. Tidak lama setelah itu, sultan mengumpulkan Ki Andong dan pembesar-pembesar kaumnya seraya mengutarakan kekagumannya terhadap kehebatan dan keajaiban yang mereka miliki, dengan begitu sultan menghadiahkan gelar Entol untuk setiap anak laki-laki dan Ayu kepada anak perempuan bagi kaum dan keturunan Ki Andong. karena pengabdian yang tinggi kepada sultan sejak saat itu mereka memakai gelar tersebut terhadap anak cucu mereka dan gelar kamonesan (keajaiban) bagi kaum tersebut yang akhirnya tempat mereka tinggal di beri nama Menes oleh sultan yang saat ini nama tersebut menjadi nama daerah Menes di kabupaten Pandeglang.

15 Comments »

  1. kebetulan bro.. nama gw ada Entol-nya jg.. hehehe….

    Comment by Entol Moh. Arief Tirtayasa — November 10, 2010 @ 12:35 pm

    • kbetulan juga sama kalo gitu….entol memang identitas nama untuk prang banten khususnya dari daerah menes pandeglang

      Comment by E.Zaenal.Muttaqin — December 30, 2010 @ 12:21 pm

  2. kebetulan, nama saya juga entol nasrulloh, saya seorang mahasiswa disalah satu perguruan tinggi negeri yang ada di depok, selama ini saya tinggal bersama nenek saya di Bandar Lampung, salam kenal semuanya, kalau bisa adain silaturrrahmi nya doong.
    just contact me via e-mail : And_tall@yahoo.com
    thanks

    Comment by Entol Nasrulloh — February 11, 2011 @ 11:02 am

    • entol ituh suatu keturunan darah biru yang asli dari banten…namun saya tidak mengerti kenapa banyak sodara kita tidak menandai namanya di depa sebagai keturunan entol

      Comment by Iand Kardouz — August 10, 2011 @ 8:33 pm

      • pengalaman saya sejak SD sampai Kuliah ketika orang-orang mengenal saya dengan nama entol mereka mengolok olok seakan mengejek, namun hal tersebut tidak menjadi sebab untuk saya menghilangkan nama entol. karena itu adalah identitas kita. mungkin sebagian dari mereka yang menyembunyikan nama entol tidak meras bangga dengan nama ini

        Comment by E.Zaenal.Muttaqin — March 28, 2012 @ 1:50 pm

    • salam kenal.. mudah2an kita bisa silaturahim

      Comment by E.Zaenal.Muttaqin — March 28, 2012 @ 1:48 pm

  3. wah baru baca nih……..,……keturunan aq entol asli dari menes,baru tahu ceritanya kayak gini,kakek aq namanya entol syarwan,dia juga punya famili namanya entol fei dari daerah kupluk ,menes kab pandeglang banten……….aq punya bukti bahwa aq keturunan entol berupa tombak, pegangan nya dari kayu berwarna hitam,kalo ada yg pernah berziarah ke mesjid banten,di samping mesjid ada musium peninggalan kerajaan banten berupa tombak,keris,al quran dll……….tombak yg ada disana sama dengan tombak kepunyaan kakek aq,,,,,,,,,,,,,,,,,,,sayang sekali kami generasi muda entol tidak tahu sejarah ini…..sekarang aq tinggal di bali kalo mau contact visit me at fb….sudirman aja…..

    Comment by sudirman — August 29, 2011 @ 2:05 pm

    • kebetulan riwayat yang saya tulis berasal dari koran Banten Bode dan Surosowan yang terbit pada tahun 1924. koran ini saya temukan di perpustakaan KITLV Leiden Belanda ketika saya kuliah disana. mungkin terdapat versi lain tentang gelar entol ini.

      Comment by E.Zaenal.Muttaqin — March 28, 2012 @ 1:54 pm

  4. Saya sedang menyusun silsilah keluarga yang memang berhubungan dengan para Entol. Menarik juga cerita di atas tetapi ada cerita yang berbeda. Di sumber saya menyebutkan bahwa yang mendapatkan pertama kali gelar Entol adalah putra kedua Ki Andong Mahol yaitu Raden Jamparing alias Entol Wiranagara. Silahkan search di geni.com, barangkali hubungan kekerabatan kita masih dekat, walaupun saya bukan seorang Entol.

    Comment by Muliawan — September 13, 2011 @ 5:50 pm

  5. assalamualaikum dulur……………..

    Comment by Fadel Ibrahim — November 30, 2011 @ 9:39 am

    • walikum salam dulur

      Comment by E.Zaenal.Muttaqin — March 28, 2012 @ 1:55 pm

  6. Samikum,, wah kita udah kepisah jauh ni,, kebeneran gw juga Entol dari Menes, Pandeglang. Makasih wat infonya,, gw Entol Yuda Wahyudiangga, anak dari E. Iman Supriatna,, sekarang gw tinggal di Bandung. kontak di fb Bellou Wahyudiangga. Ditunggu sodaraku,,

    Comment by Entol Yuda Wahyudiangga — March 28, 2012 @ 9:49 am

    • walikum salam. orang menes banyak yang menyebar kemana-mana dulur, tetapi yang penting silaturahim kita tetap terjaga.

      Comment by E.Zaenal.Muttaqin — March 28, 2012 @ 1:56 pm

  7. Waah, baru tau loh ttg riwayat gelar Entol dan hubungannya dgn daerah Menes…, makasi udah share info-nya.., kebetulan, kakeknya nenek saya juga Entol dari Menes (pandeglang, Banten), namanya Entol Djamani bin Entol Najaya.., mungkin ada yg masi salu kerabat dgn saya..???

    Comment by gege — August 10, 2012 @ 6:52 am

    • semua yang bernama entol dan berasal dari menes pada dasarnya memiliki nenek moyang yang sama, meskipun saat ini antara marga entol sudah tidak mengenal satu sama lain dikarenakan penyebaran dan asimilasi budaya melalui perkawinan yang berkembang.

      Comment by E.Zaenal.Muttaqin — August 13, 2012 @ 6:33 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: