Zay Muttaqin

March 26, 2010

sakalanagara: Tanah Sunda Masa Silam

Filed under: Around us — E.Zaenal.Muttaqin @ 2:36 pm

Refleksi Tanah Sunda Masa Silam

Semua orang pasti mengenal tanah sunda adalah sebuah daerah yang penuh keindahan dan keelokan yang tiada bandingannya, tak jarang banyak orang mengaguminya. Bahkan pada masa kolonial Belanda tanah ini menjadi primadona yang selalu menjadi perbincangan, mulai dari perkebunan teh yang menghampar, perbukitan dengan iklim dan suasana yang bersahabat dan terasa waas (istilah sunda). Tak ayal pada era van oranje berkuasa di bumi tanah air banyak pengembangan yang dilakukan seperti Bandung sebagai sebuah hasil nyata, namun perbincangan tidak akan mengarah kepada pendekatan sosio cultural masyarakat sunda pada masa tersebut, tetapi akan lebih beranjak kebelakang pada masa-masa dimana Indonesia masih berupa kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh nusantara.

Pada kenyataannya banyak orang yang hanya mengetahui bahwa kerajaan tertua di jawa barat adalah Tarumanagara yang berdiri sekitar abad 5 Masehi, dan di dalam buku pelajaran sekolah  pun sering mengatakan hal yang serupa, namun menurut para sejarawan dan naskah Pustaka Rajya rajya I Bhumi Nusantara kerajaan di tanah sunda sudah ada sejak abad 2 masehi sampai 3 masehi yaitu Salakanagara, kerajaan ini memang tidak terlalu banyak meninggalkan prasasti ataupun babad yang biasanya menunjukan eksistensinya namun informasi tersebut dapat di lacak dari beberapa informasi kerajaan hindu di India pada masa tersebut.

Salakanagara memang tidak banyal diketahui dan sering luput dari rekaman sejarah karena factor yang disebutlkan di atas, salakanagara didirikan oleh Dewawarman Haji Raksagapurasagawa berasal dari India yang datang ke pesisir tanah jawa untuk menjadi duta dan berdagang, ia menjalin hubungan baik dengan penduduk setempat dan pada akhirnya menikah dengan Pwahaci Larasati putri dari pemuka adat setempat yaitu Aki Tirem atau Aki Luhurmulya. Setelah Aki Tirem meninggal dunia, Dewawarman menggantikan kedudukan dan kekuasaannya dan menjadikan wilayah tersebut sebuah kerajaan yang bernama salakanagara yang terletak di Rajatapura atau yang sekarang disebut Labuan. Kerajaan ini kemudian menjadi besar karena mampu menguasai selat sunda dan menjalin perdagangan dengan bangfsa India dan Cina pada era Dewawarman ke 7 (seluruh raja adalah keturunan dari Dewawarman dan Pwahaci Larasati dan seluruh raja bergelar Dewawarman). Dewawarman ke 8 adalah raja terakhir yang memerintah pada tahun 340-363 Masehi, dengan demikian menurut pangeran Wangsa Kencana sebagaimana dikutip oleh Edi S Ekadjati dan Naskah I Bhumi Nusantara sakalanagara adalah kerajaan pertama di tanah sunda dan kerajaan tertua di Indonesia.

Tarumanagara sebagai salah satu kerajaan tertua di Tanah Sunda juga memiliki keterkaitan dengan kerajaan Sakalanagara, putri raja terakhir Sakalanagara Dewawarman ke 8 yaitu minawati Iswari menikah dengan Rajadhiraja Guru yang kemudian mendirikan kerajaan Tarumanagara pada tahun 358 Masehi yang sekaligus menyudahi eksistensi Sakalanagara.

1 Comment »

  1. Weh.. Weh.. Weh! Baru tahu aku. Info menarik nih. Terimakasih.

    Comment by eL-Tawa — March 26, 2010 @ 2:52 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: