Zay Muttaqin

August 20, 2009

Kisah Syaikh Ibrohim Ibnu Adhim dan Seorang Pemuda

Filed under: Indahnya Islam — E.Zaenal.Muttaqin @ 6:10 am

image016

Sangat banyak dari sebagian kita umat manusia yang menganggap bahwa dalam kehidupan manusia terdapat sebuah fase dimana antara berlaku baik dan buruk dipetakan, artinya bahwa saat ini banyak yg berfikir untuk menjadi soleh dan taat kepada Allah SWT hanya sebuah fase kehidupan yang dilakukan pada hari tua. sungguh pemikiran yang kerdil bukan?, mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang seperti demikian.

dibawah ini adalah sebuah dialog antara pemuda dan seorang syaikh bernama Ibrohim ibnu adhim;

pemuda: wahai syaikh adakah cara atau syarat agar saya bisa melakukan hal-hal maksiat namun Allah SWT mengijinkannya?

syeikh: tentu, tetapi ada beberapa syarat yang harus engkau penuhi

pemuda: apa itu?

Syeikh: jika engkau ingin berbuat maksiat, maka carilah tempat dimana Allah SWT tidak bisa melihatmu

pemuda: bagaimana mungkin! sedangkan Allah maha melihat dan mengetahui

Syeikh: tidakkah engkau malu dan merasa hina ketika Allah melihatmu bermaksiat! sedangkan ia maha melihat dimanapun engkau berada!

pemuda tersebut akhirnya diam dan termenung

pemuda: lalu apa syarat yang berikutnya

Syeikh: jika engkau ingin berbuat maksiat dan dosa, maka jangan lakukan di atas bumi Allah dan semestanya

Pemuda: bagaimana mungkin! sedangkan semua apa yang ada didunia dan di langit adalah ciptaan dan kepunyaannya

Syaikh: sungguh tidakkah engkau malu dan merasa hina untuk berbuat maksiat di atas bumi Allah?

akhirnya sang pemuda diam tak berkata

Pemuda: sebutkan syarat yang lainnya:

Syaikh: jika engkau hendak berbuat dosa dan maksiat terhadap Allah, maka jangan pernah memakan rizki dariNya

Pemuda: bagaimana mungkin? sedangkan segala apa yang aku makan dan minum seeta apa yang ada didunia ini adalah miliknya

Syeikh: tidakkah engkau malu dan hina untuk berbuat dosa, sedangkan Allah telah memberimu rizki dan kehidupan?

lagi-lagi pemuda tersebut diam dan tak berkata

pemuda: apakah syarat selanjutnya?

Syeikh: apabila engkau berbuat maksiat dan datang kepadamu malaikat pencabut nyawa untuk membawamu ke neraka, maka tolak ajakannya

Pemuda: bagaimana mungkin aku menolak malaikat yang hendak mencabut nyawaku?

Syeikh: tidakkah kau sadar bahwa sesungguhnya manusia akan mati dan segala perbuatanna akan dipertanggung jawabkan

Pemuda: subhanallah maha besar Allah SWT, sungguh tiada alasan bagi  manusia

untuk berbuat dosa dan maksiat, semoga Allah mengampuniku

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: